Bersama melangkah maju

"Aku selalu ada untuk mu dan kamu selalu ada untukku. Sama seperti Bunga tak pernah bisa hidup tanpa air. Demikian kita pun harus saling bekerja sama dan membantu, saling memberi dan menerima serta saling berbagi dalam suka maupun dalam duka :)
Marilah
kepadaKu hai kamu yang letih dan berbeban berat, maka aku akan menyegarkanmu. Pikuklah kuk yang kupasang dan belajar lah daripadaKu, karena aku lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu pun akan hidup."

Friday, September 24, 2010

Rasa Marah itu Mengalahkan Ego ku :)

Hm...hari yang sangat menyebalkan Mengganggu rumah manisku Yang membuat aku merasa marah si peminta tolong tak punya etika. Aku sedang menerima telepon Tiba-tiba datang si pengganggu Merasa butuh pertolongan untuk pekerjaannya Meski pun sudah diberi kode, namun masih keras kepala. Memaksakan kehendaknya, seolah olah aku pembantunya yang wajib membantunya, tanpa melihat aku sedang bicara via hp Spontan rasa jengkel menaungi hatiku Aku langsung memperingatinya dengan nada murka. Aku gagal mengontrol kemarahan untuk perbuatan seperti itu Ingin rasanya aku melumatnya Bila ingat reaksinya sangat tak sopan Ketika kuberi isyarat jangan mengganggu.....ckckckckkc Bukannya mengerti tapi malah mencak mencak..."heboh" katanya Hm..adarasa kesel sih tapi sedang komunikasi dengan orang di telepon Kucoba menenangkan diri dengan terlibat dalam komunikasi itu Setelah selesai bicara, maka aku keluar dan langsung mengungkapkan Apa yang membuatku marah dan kesel. Maksud hati ingin mengingatkan saja agar bersikap sopan bila orang sedang bicara Entah kepentingan apa pun diri kita Tetapi belajar menghargai orang yang sedang berkomunikasi. Ternyata bukannya terima Tapi malah membela diri Membuat aku merasa kesal banget Dan rasa marahpun memenuhi hatiku. Alhasil setelah melampiaskan kemarahan itu Aku menulis blogspot ini Dengan menyadari bahwa sebenarnya aku tak perlu marah Cukup mengingatkannya dengan kata kata bijak sebagai saudara. Tapi karena rasa kesel sudah ada sejak pagi tadi Maka makin bertumpuk ketika menjelang siang hari Seakan moment itulah yang tepat Untuk menyampaikan unek unek di hati. Tuhan, aku adalah manusia rapuh Yang sering terpancing oleh rasa marah yang tiada taranya Apabila orang merendahkan dan tak menghargai aku Sering kali aku melibas dulu sebagai balasan sakit hatiku. DAlam kekurangan ku Aku memohon kasih dan kebijaksanaanmu Selalu menaungi hatiku Agar ke depannya makin bertindak bijaksana. Bersabar dalam segala hal Mencintai tanpa pandang bulu Memaafkan bila merasa dilecehkan Dan bertindak lamban bila situasi memancing emosi. Dalam kekuranganku ini, Aku mohon maaf padamu Karena aku telah membalas sakit hati dengan amarah Yang seharusnya dengan cinta.