Hm...hari yang sangat menyebalkan
Mengganggu rumah manisku
Yang membuat aku merasa marah
si peminta tolong tak punya etika.
Aku sedang menerima telepon
Tiba-tiba datang si pengganggu
Merasa butuh pertolongan untuk pekerjaannya
Meski pun sudah diberi kode, namun masih keras kepala.
Memaksakan kehendaknya, seolah olah aku pembantunya
yang wajib membantunya, tanpa melihat aku sedang bicara via hp
Spontan rasa jengkel menaungi hatiku
Aku langsung memperingatinya dengan nada murka.
Aku gagal mengontrol kemarahan untuk perbuatan seperti itu
Ingin rasanya aku melumatnya
Bila ingat reaksinya sangat tak sopan
Ketika kuberi isyarat jangan mengganggu.....ckckckckkc
Bukannya mengerti tapi malah mencak mencak..."heboh" katanya
Hm..adarasa kesel sih tapi sedang komunikasi dengan orang di telepon
Kucoba menenangkan diri dengan terlibat dalam komunikasi itu
Setelah selesai bicara, maka aku keluar dan langsung mengungkapkan
Apa yang membuatku marah dan kesel.
Maksud hati ingin mengingatkan saja
agar bersikap sopan bila orang sedang bicara
Entah kepentingan apa pun diri kita
Tetapi belajar menghargai orang yang sedang berkomunikasi.
Ternyata bukannya terima
Tapi malah membela diri
Membuat aku merasa kesal banget
Dan rasa marahpun memenuhi hatiku.
Alhasil setelah melampiaskan kemarahan itu
Aku menulis blogspot ini
Dengan menyadari bahwa sebenarnya aku tak perlu marah
Cukup mengingatkannya dengan kata kata bijak sebagai saudara.
Tapi karena rasa kesel sudah ada sejak pagi tadi
Maka makin bertumpuk ketika menjelang siang hari
Seakan moment itulah yang tepat
Untuk menyampaikan unek unek di hati.
Tuhan, aku adalah manusia rapuh
Yang sering terpancing oleh rasa marah yang tiada taranya
Apabila orang merendahkan dan tak menghargai aku
Sering kali aku melibas dulu sebagai balasan sakit hatiku.
DAlam kekurangan ku
Aku memohon kasih dan kebijaksanaanmu
Selalu menaungi hatiku
Agar ke depannya makin bertindak bijaksana.
Bersabar dalam segala hal
Mencintai tanpa pandang bulu
Memaafkan bila merasa dilecehkan
Dan bertindak lamban bila situasi memancing emosi.
Dalam kekuranganku ini,
Aku mohon maaf padamu
Karena aku telah membalas sakit hati dengan amarah
Yang seharusnya dengan cinta.
Kukatupkan mataku...begitu nikmatnya, Meraih mimpi bersamamu sang Bintang. Sinarilah hidupku dengan kasih & cintamu, karena kita terlahir atas Kehendak & Cinta Sang Ilahi ;)
Bersama melangkah maju
"Aku selalu ada untuk mu dan kamu selalu ada untukku. Sama seperti Bunga tak pernah bisa hidup tanpa air. Demikian kita pun harus saling bekerja sama dan membantu, saling memberi dan menerima serta saling berbagi dalam suka maupun dalam duka :)
Marilah kepadaKu hai kamu yang letih dan berbeban berat, maka aku akan menyegarkanmu. Pikuklah kuk yang kupasang dan belajar lah daripadaKu, karena aku lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu pun akan hidup."
Marilah kepadaKu hai kamu yang letih dan berbeban berat, maka aku akan menyegarkanmu. Pikuklah kuk yang kupasang dan belajar lah daripadaKu, karena aku lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu pun akan hidup."
Friday, September 24, 2010
Rasa Marah itu Mengalahkan Ego ku :)
Hm...hari yang sangat menyebalkan
Mengganggu rumah manisku
Yang membuat aku merasa marah
si peminta tolong tak punya etika.
Aku sedang menerima telepon
Tiba-tiba datang si pengganggu
Merasa butuh pertolongan untuk pekerjaannya
Meski pun sudah diberi kode, namun masih keras kepala.
Memaksakan kehendaknya, seolah olah aku pembantunya
yang wajib membantunya, tanpa melihat aku sedang bicara via hp
Spontan rasa jengkel menaungi hatiku
Aku langsung memperingatinya dengan nada murka.
Aku gagal mengontrol kemarahan untuk perbuatan seperti itu
Ingin rasanya aku melumatnya
Bila ingat reaksinya sangat tak sopan
Ketika kuberi isyarat jangan mengganggu.....ckckckckkc
Bukannya mengerti tapi malah mencak mencak..."heboh" katanya
Hm..adarasa kesel sih tapi sedang komunikasi dengan orang di telepon
Kucoba menenangkan diri dengan terlibat dalam komunikasi itu
Setelah selesai bicara, maka aku keluar dan langsung mengungkapkan
Apa yang membuatku marah dan kesel.
Maksud hati ingin mengingatkan saja
agar bersikap sopan bila orang sedang bicara
Entah kepentingan apa pun diri kita
Tetapi belajar menghargai orang yang sedang berkomunikasi.
Ternyata bukannya terima
Tapi malah membela diri
Membuat aku merasa kesal banget
Dan rasa marahpun memenuhi hatiku.
Alhasil setelah melampiaskan kemarahan itu
Aku menulis blogspot ini
Dengan menyadari bahwa sebenarnya aku tak perlu marah
Cukup mengingatkannya dengan kata kata bijak sebagai saudara.
Tapi karena rasa kesel sudah ada sejak pagi tadi
Maka makin bertumpuk ketika menjelang siang hari
Seakan moment itulah yang tepat
Untuk menyampaikan unek unek di hati.
Tuhan, aku adalah manusia rapuh
Yang sering terpancing oleh rasa marah yang tiada taranya
Apabila orang merendahkan dan tak menghargai aku
Sering kali aku melibas dulu sebagai balasan sakit hatiku.
DAlam kekurangan ku
Aku memohon kasih dan kebijaksanaanmu
Selalu menaungi hatiku
Agar ke depannya makin bertindak bijaksana.
Bersabar dalam segala hal
Mencintai tanpa pandang bulu
Memaafkan bila merasa dilecehkan
Dan bertindak lamban bila situasi memancing emosi.
Dalam kekuranganku ini,
Aku mohon maaf padamu
Karena aku telah membalas sakit hati dengan amarah
Yang seharusnya dengan cinta.