Kukatupkan mataku...begitu nikmatnya, Meraih mimpi bersamamu sang Bintang. Sinarilah hidupku dengan kasih & cintamu, karena kita terlahir atas Kehendak & Cinta Sang Ilahi ;)
Bersama melangkah maju
"Aku selalu ada untuk mu dan kamu selalu ada untukku. Sama seperti Bunga tak pernah bisa hidup tanpa air. Demikian kita pun harus saling bekerja sama dan membantu, saling memberi dan menerima serta saling berbagi dalam suka maupun dalam duka :)
Marilah kepadaKu hai kamu yang letih dan berbeban berat, maka aku akan menyegarkanmu. Pikuklah kuk yang kupasang dan belajar lah daripadaKu, karena aku lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu pun akan hidup."
Marilah kepadaKu hai kamu yang letih dan berbeban berat, maka aku akan menyegarkanmu. Pikuklah kuk yang kupasang dan belajar lah daripadaKu, karena aku lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu pun akan hidup."
Saturday, July 17, 2010
Mengisi Malam Minggu Kemarin :)
Malam panjang yang sangat fantastis bagi diriku. Inilah hasil dari malam panjang pengantar tidur, membenahi hati n pikiran untuk selalu tetap dalam keadaan damai.
Kubuka buku WAyne W. Dyer, di sana ketemukan pengetahuan baru tentang siapa saja yang bisa menekan tombol pengendali ketenangan anda?
Dan tak salah lagi yaitu pasangan anda, anak-anak anada, orang tua anda, sesama karyawan, pegawai anda, bos anda dan orang tua anda???
Orang-orang ini mempunyai andil untuk membuat anda merasa jengkel dan marah, baik dengan tutur kata, maupun dengan sikap mereka dalam menanggapi anda.....
Lalu apa yang kita lakukan dalam menyingkapi sikap dan kata-kata mereka yang menurut kita sangat menjengkelkan dan membuat marah????
Menurutnya jawaban atas semua itu yaitu "Terimakasih anda telah berbagi." Dengan mengatakan itu menurutnya kita tidak membiarkan mereka yang berada di luar diri kita terkontaminasi dan mengganggu ketenangan kita. Sehingga rasa damai dalam hati tetap memberi kita merasa nyaman. Lanjutnya lagi "jadikan mereka sebgai guru-guru yang patut anda hormati" yang menyadarkan anda untuk melakukan yang terbaik dalam hidup."
Sungguh fantastis memang namun benar, ketika kita berhenti memberikan orang-orang terdekat kita pengendali kedamaian di hati kita, maka kita pun merasa damai dan melakukan hal-hal terbaik dan menjadi guru pemicu semangat kita.
Aku punya pengalaman menarik dalam hal ini, sering kali dalam kedalaman relasi dengan orang-orang yang aku cintai dan sayangi terdapat konflik rasa akibat perbuatan sikap dan kata-kata yang mungkin kalau orang biasa saja aku cepat melupakan dan cuekin...karena tidak mempengaruhi ke dalaman hati ku.
Tetapi bila yang melakukan itu adalah orang yang sangat dekat dengan kita dimana kita telah hidup dan berkomunikasi dengannya bertahun-tahun seperti pasangan hidup kita, sangat mampu menyakiti hati kita dengan tutur kata dan sikap yang mungkin hanya mentest kita, tetapi sangat melukai hati kita. Orang-orang inilah yang menjadi guru yang patut dihormati karena mereka yang bernai menjadi guru pengingat akan ketidak sempurnaan perilaku yang telah kita lakukan dalam hidup.
Mereka bukan ancaman tetapi menjadi guru-guru dalam kehidupan kita untuk menjadi lebih baik dan baik lagi.
Komunikasi dan kritikan terdalam hanya akan kita dapatkan dari pasangan hidup kita dan keluarga kita karena mereka yang selalu memantau dan hidup serta berinteraksi dengan kita.
Dalam bukunya ini Wayne Dyer juga menekankan bahwa sahabat sejiwa adalah sebagai orang yang sangat anda cintai, tapi yang tak pernah bisa anda singkirkan, yang selalu muncul dan yang dengan siapa anda sering berbeda pendapat."
Sahabat sejiwa itu adalah guru terbesar kita karena mereka terus menerus mengingatkan kita, dan dikirim oleh Tuhan untuk membantu kita menguasai diri sendiri. Jadi sangat bermanfaat jika kita menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang patut kita hormati.
Pengalaman yang dialami oleh Wayne ini juga kerap aku alami dengan orang-orang terdekatku. Dimana aku selalu merasa tertekan bila berada dalam situasi buruk dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan dia. Mau dikemanakan orang ini dia tetap muncul dalam hidupku...yang akhirnya aku mengambil positif saja "mengajariku untuk belajar bersabar dan memahami dirinya". Dengan demikian aku pun merasa kan damai di hati dan tidak membiarkan ketenangan hati n pikiranku berlarut-larut.
"Saat menganggap seseorang menjadi penyebab kekacauan dan kegalauan yang anda rasakan adalah saat dimana anda harus menyadari bahwa orang itu mengingatkan anda bahwa anda belum berhasil menguasai diri sendiri."
Sunday, July 11, 2010
Seminar & Temu Alumni it's OK
Tuesday, July 6, 2010
Dalam Keterpanaan Aku Menyapa
Selamat jumpa rekan rekan terkasih. Aku mengawali kisah blog ini dengan penuh riang hati karena selalu ada hal-hal baru yang ingin kuperkenalkan kepada kita semua.
Aku suka sekali menyapa kalian dalam bentuk tulisan dan koleksi koleksi diri pribadi. Karena menyapamu dalam diam menggetarkan sekma tuk selalu berbagi kasih.
Selamat menikmati kebersamaan ini dan sambung rasa ini.
Salam terindah dan termanisku'
Yayang
Subscribe to:
Posts (Atom)