Getar itu selalu terasa
Selalu dan selalu berirama melankolis
Memaksa untuk menyanyikannya
Dengan irama musik bersamamu.
Getar itu selalu abadi untukmu
Serasa teralun pada waktu tertentu dan indah tuk menyapa
Himbauan hai dengan irama spiritual
Tak mampu menghentikan getar rindu itu.
Getar itu menghilag
Bila telah dinyanyikan berdua
Dengan bungkusan kata terucap
Yang bergetar di telinga dan merasuk sukma terdalam.
Getar itu aneh
hany bisa dimainkan oleh mereka yang menggetarkan
Hanya bisa terhentikan oleh alunan irama yang kita ciptakan
Seiring terobat nya rindu yang abadi.
Getar itu makin terasa
Saat debarannya memaksa diri
Tuk bersimpuh ke hadiratNya
Agar getar ini makin terasa indah tuk memainkannya.
Terimakasih sang Pemilik Jiwa
Getaran itu selalu berhenti seiring berkat kasihMu yang mengendap sukma
Terpancar dari sapaan kedua insan
Yang telah menyatu dalam kasih ilahi yang tiada batasNya.
Bunda Maria
aku bersimpuh meniru kerendahan hatimu
Mengucapkan syukur kepada sang Ilahi
Yang telah memberikan semua indah pada waktunya.
Bundaku Maria
Bunda sang Juru selamat kami
Satukan hati kami selalu
Dalam kebersamaan lahir dan batin.
Kukatupkan mataku...begitu nikmatnya, Meraih mimpi bersamamu sang Bintang. Sinarilah hidupku dengan kasih & cintamu, karena kita terlahir atas Kehendak & Cinta Sang Ilahi ;)
Bersama melangkah maju
"Aku selalu ada untuk mu dan kamu selalu ada untukku. Sama seperti Bunga tak pernah bisa hidup tanpa air. Demikian kita pun harus saling bekerja sama dan membantu, saling memberi dan menerima serta saling berbagi dalam suka maupun dalam duka :)
Marilah kepadaKu hai kamu yang letih dan berbeban berat, maka aku akan menyegarkanmu. Pikuklah kuk yang kupasang dan belajar lah daripadaKu, karena aku lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu pun akan hidup."
Marilah kepadaKu hai kamu yang letih dan berbeban berat, maka aku akan menyegarkanmu. Pikuklah kuk yang kupasang dan belajar lah daripadaKu, karena aku lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu pun akan hidup."